8 Kebijakan BJ Habibie yang Mampu Mendongkrak Perekonomi Indonesia

Siapa sih yang tidak mengenal sosok Bahrudin Jusuf Habibie atau yang lebih dikenal dengan BJ Habibie? Beliau adalah mantan Presiden ke-3 RI.

Sosok yang juga dikenal sebagai bapak teknologi Indonesia itu tenyata memiliki banyak peranan terhadap perekonomian bangsa Indonesia.

Meski hanya sebentar menjabat sebagai Kepala Negara, Putra terbaik bangsa yang lahir pada tanggal 25 Juni 1936 dan wafat tanggal 11 September 2019 itu telah membuat kebijakan-kebijakan yang mampu mendongkrak perekonomian bangsa lebih maju.

Lalu apa saja peranan Habibie untuk perekonomian Indonesia dimasa itu? berikut ulasannya

1. Mampu Menekan Praktik Monopoli

8 Kebijakan BJ Habibie yang Mampu Mendongkrak Ekonomi Pada Masanya


Presiden ke-3 RI, BJ Habibie memiliki peran besar dalam kemajuan ekonomi di Indonesia antara lain mampu menekan praktik monopoli pada era kepemimpinannya.

Munculnya persaingan usaha yang tidak sehat membuatnya mengeluarkan UU No 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan yang Tidak Sehat dan UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dikutip dari Antar, menurut pengamat ekonomi, Wahyu Ario Pratomo. Meskipun belum maksimal, UU tersebut memberikan banyak manfaat kepada perekonomian, pemerintah dan para konsumen.

Tak hanya itu, dengan adanya UU No 5 tahun 1999 membuat KPPU berhasil menyelamatkan uang negara akibat terjadinya proyek asal jadi. Sebab, dana proyeknya tergerus oleh "permainan".

2. Membebaskan Tahanan Politik Untuk Menciptakan Stabilitas Ekonomi

8 Kebijakan BJ Habibie yang Mampu Mendongkrak Ekonomi Pada Masanya

Kebijakan BJ Habibie selanjutnya yang mampu mendongkrak perekonomian adalah dengan membebaskan tahanan politik era Presiden sebelumnya.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim menyatakan salah satu kebijakan strategis yang diambil Prediden ke-3 RI itu adalah membebaskan tahanan politik guna menghadirkan kebebasan demokrasi kepada setiap orang.

Langkah tersebut direspons positif oleh pelaku ekonomi pada saat itu, karena Presiden Habibie dianggap memberikan kepastian hukum bagi setiap warga negara Indonesia.

3. Membentuk Tim Ekonomi yang Independent 

8 Kebijakan BJ Habibie yang Mampu Mendongkrak Ekonomi Pada Masanya

Salah satu teladan yang ditinggalkan almarhum BJ Habibie adalah kemampuan beliau untuk menggagas dan meracik tim ekonomi yang kuat dan memberikan dukungan penuh terhadap tim tersebut.


Anggota tim ekonomi yang menjadi pilihanan beliau adalah sosok-sosok terbaik dan terbebas dari intervensi kelompok tertentu yang bersifat politis.

Beliau juga dikenal sebagai sosok yang memiliki pemikiran logis dan berkemampuan logika yang kuat. Hal itu, kemudian membuat mantan Presiden ke-3 memiliki cara-cara dalam pengembalian perekonomian Indonesia dengan cepat dan tepat. Misalnya, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS menguat.


4. Menguatnya Nilai Tukar Rupiah dari Rp. 16.650 Menjadi Rp. 7.000

8 Kebijakan BJ Habibie yang Mampu Mendongkrak Ekonomi Pada Masanya

Ketika beliau menjabat sebagai kepala negara, hal yang mengagumkan adalah saat Habibie berhasil menggenjot niai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

Bagaimana tidak, Rupiah yang awalnya Rp. 16.650 per dolar AS dan inflasi 65 pesen. Mampu beliau tekan menjadi Rp. 7.000 per dolas AS pada Juni 1998 hanya dalam periode kepemimpinannya yang singkat yaitu 1 tahun 5 bulan atau sekitar 512 hari.

5. Menyelamatkan 4 Bank BUMN

8 Kebijakan BJ Habibie yang Mampu Mendongkrak Ekonomi Pada Masanya

Habibie ternyata juga pernah meyelamatkan industri perbankan yang hancur diterpa krisis moneter. Berkat kepemimpinannya  proses merger 4 Bank BUMN yang hampir bangkrut berhasil direalisasikan.

Sebetulnya sejak kepemimpinan Soeharto rancangan ini sudah pernah dibahas pada akhir tahun 1997 yaitu menggabungkan 4 bank pemerintah diantaranya Bank Dagang Negara (BDN), Bank Budi Daya (BDB), Bank Exim dan BAPINDO. Namun baru terealisasikan ketika BJ Habibie diangkat menjadi Presiden RI pada 21 Mei 1998.

Melalui Pemantapan Ketahanan Ekonomi dan Keuangan Negara yang dibentuknya, BJ Habibie membuat keputusan bahwa merger 4 bank dilaksanakan sekaligus. Presiden Habibie kala itu mencetuskan nama Bank Mandiri, bukan Bank Catur yang pernah diusulkan Soeharto dan menunjuk Deutsche Bank sebagai konsultannya.

Tepatnya pada 1 Oktober 1998 keluarlah PP Nomor 75 Tahun 1998 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Persero di Bidang Perbankan, dimana poin utamanya mengaju pada ihwal penyertaan modal negara dalam pembentukan PT Bank Mandiri (Persero).

Modal negara tersebut berasal dari pengalihan saham empat bank diatas. Pada 2 Oktober 1998, PT Bank Mandiri (Persero) akhirnya secara resmi berdiri.

6. Independensi Bank Indonesia

8 Kebijakan BJ Habibie yang Mampu Mendongkrak Ekonomi Pada Masanya

Mantan Wakil Presiden Boediono, pernah mengatakan bahwa mantan Menteri Riset dan Teknologi era Soeharto yang saat itu dijabat oleh BJ Habibie berhasil menerapkan independensi bagi Bank Indonesia.

Menjadi salah satu lulusan perguruan tinggi di Jerman membuatnya memahami independensi bank sentral Jerman yang saat itu sangat tinggi. Salah satu tujuan beliau membentuk independensi Bank Indonesia agar bisa fokus menjaga kondisi moneter domestik, khususnya pasca krisis moneter tahun 1998.

Bahkan, kala itu mantan gubernur bank sentral Jerman ikut terlibat sebagai pakar untuk memberikan masukan saat membuat Undang-Undang Bank Indonesia, termasuk melibatkan jajaran menteri ekonomi.

Akhirnya melallui UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Bank Indonesia secara resmi menjadi bank sentral yang independen

7. Merubah Ekonomi dari Negatif Menjadi Positif

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia

Sewaktu beliau masih menjabat sebagai Presiden RI, BJ Habibie pun berhasil membuat Indonesia mampu melewati gelombang krisis yang sangat parah pada tahun 1998.

Ia diangkat menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto pada 21 Mei 1998 ketika ekonomi Indonesia sedang hancur-hancurnya. Situasi politik juga terus bergejolak pasca-lengsernya Soeharto.

Tak disangka Presiden Habibie yang bukan sosok ekomon bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi yang awalnya minus 13,13 persen pada 1998 menjadi positif  0,79 persen pada 1999.

8. Warisan Habibienomic untuk Indonesia


8 Kebijakan BJ Habibie yang Mampu Mendongkrak Ekonomi Pada Masanya

Walaupun beliau sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara, pemikiran-pemikiran BJ Habibie masih menjadi acuan bangsa Indonesia kedepannya, salah satunya konsep Habibienomic.

Konsep Habibienomic merupakan warisan penting bagi bangsa Indonesia saat ini. Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (Akses) Suroto menyatakan bahwa konsep Habibienomic menjadi sebuah aliran ekonomi yang mengedepankan peningkatan nilai tambah ekonomi berbasis teknologi.

Habibienomic sendiri menjadi penting dan relevan diterapkan saat ini dan masa yang akan datang. Menurut Suroto, model konsep alih teknologi seharusnya memang diterapkan dalam berbagai negosiasi kebijakan investasi, terutama investasi asing. Sebab, tanpa komitmen alih teknologi akan menyebabkan nilai tambah berada dalam kendali negara lain.


Post a Comment

0 Comments