Contoh Pidato Bahasa Indonesia Tentang Pendidikan

Sebagai pelajar kita sering mendapatkan berbagai tugas sekolah, diantaranya berpidato di depan teman satu kelas bahkan satu sekolah.

Pidato adalah kegiatan berbicara di depan umum untuk menyatakan pendapatnya atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Biasanya pidato dibawakan oleh seseorang yang memberikan orasi dan pernyataan yang penting akan suatu hal.

Baca juga :

Pidato sendiri memiliki berbagai jenis, diantaranya hari kemerdekaan, pidato tentang lingkungan, pidato tentang guru, dan sebagainya. Pada kesempatan ini saya akan berbagi beberapa contoh pidato yang bertemakan pendidikan

Berikut ini beberapa contoh pidato singkat bahasa Indonesia dengan tema pendidikan :

Pidato tentang Pendidkan di Indonesia


Assalamualikum Wr Wb

Selamat siang dan salam kebahagiaan bagi kita semua
Yang saya hormati bapak kepala sekolah
Yang saya hormati bapak dan Ibu guru pembimbing
Dan yang saya cintai teman-teman semuanya

Pertama marilah kita dengan senantiasa memanjatkan rasa syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat serta pertolongannya kita semua masih diberi umur untuk bisa berkumpul disini dalam rangka pembacaan teks pidato dengan tema pendidikan.

Pendidikan sendiri merupakan salah satu cara dari sekian banyak cara yang bisa kita tempuh demi tercapainya Indonesia yang lebih maju dan lebih baik. Pendidikan merupakan salah satu proses yang dimana berjalan sangat panjang, pendidikan tidak dapat dipaksakan dan dipercepat. Pendidikan harus berjalan dengan alami dan memang membutuhkan waktu yang lama.

Pendidikan sendiri mampu memunculkan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bisa memberikan pemikiran bagi kita mengenai cara hidup baru. Bagaimana dengan pendidikan kita bisa memikirkan sesuatu yang sebelumnya sama sekali tidak terlintas dalam benak pikiran kita.

Dalam hal fisik sendiri bangsa Indonesia merupakan sebuah bangsa yang merdeka dan bebas dari penjajahan, namun taukah teman-teman dan bapak ibu guru semua bahwa bangsa kita ini masih terjajah dalam segi pendidikan. Tingkat kebodohan dan putus sekolah yang masih tinggi di Indonesia seakan menunjukkan bahwa kita memang belum serius membina pendidikan di Negeri ini.

Teman-teman perlu tau, di negara lain mereka bisa membuat mobil, membuat sepeda motor, membuat TV canggih, membuat roket, membuat pesawat, membuat HP dan barang elektronika lain. Mengapa kita tidak bisa seperti mereka? Jawabannya terletak pada pendidikan di negeri ini. Ibaratnya sebodoh-bodohnya manusia jika dia tekun belajar dan giat mencoba maka lambat laun dia akan mahir pula. Jangan mengatakan orang luar negeri itu pintar, mereka hanya tekun dan rajin berusaha, dan satu lagi mereka tidak malas dalam urusan belajar dan mereka sangat berdisiplin.

Jika kita bisa tekun dan rajin berusaha meskipun sebenarnya kita bodoh, lama-kelamaan kita akan pintar dengan sendirinya. Orang luar negeri rajin membaca, apa yang kita lakukan? Mereka berjuang keras untuk hidup, di luar negeri sana seorang pengemis bisa menjadi orang yang kaya di Indonesia. Bukankah seharusnya kita malu?

Sekali lagi Pendidikan merupakan jalan yang sangat menentukan bagi masa depan bangsa ini. Pendidikan sebagai sarana penunjang kehidupan bangsa yang lebih baik harus secara benar dan sungguh-sungguh dalam mendidik peserta didiknya. Untuk bisa mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik memanglah bukan suatu pekerjaan yang mudah, harus di Imbangi dengan dana dan kerja keras dari semua unsur dalam pendidikan.

Pendidikan juga harus dilengkapi dengan pelajaran sopan santun (karakter) dalam masyarakat. Jadi dengan pendidikan jangan hanya menjadikan peserta didik pintar, namun juga bisa membuat peserta didik menjadi sopan santun, taat terhadap Agama, hormat terhadap guru dan mengasihi kedua orang tua. Pendidikan di Indonesia memang harus di rombak, kita membutuhkan pendidikan karakter.

Teman-teman semua tau bahwa para koruptor pencuri uang rakyat di luar sana merupakan orang yang pintar. Mereka bisa korup karena memiliki jabatan tertentu. Jabatan itu mereka peroleh dengan jalan pendidikan yang tinggi. Untuk itu kita membutuhkan lebih dari sekedar manusia yang pintar, dengan pedidikan kita membutuhkan manusia yang pintar dan memiliki karakter yang baik.

Untuk masa depan, saya sangat berharap supaya pendidikan karakter di sekolah-sekolah terus di tingkatkan. Kita bangsa yang beradab, jangan cemari bangsa kita hanya karena ingin mempertahankan segelintir manusia yang tidak bertanggung jawab. Orang yang pintar akan berfikir dua kali sebelum suatu kata  keluar dari mulutnya.

Semoga dengan pendidikan yang saat ini sedang gencar di utamakan di Indonesia mampu membawa bangsa ini ke tingkat dunia. Semoga mampu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan disegani di kancah dunia. Siapa yang bangga jika bangsa ini maju dan besar? Tentunya kita sendiri. Mulailah dari diri teman-teman sendiri, berdisiplinlah untuk menyambut bangsa kita maju.

Sekian pidato singkat ini semoga membawa manfaat bagi kita semua terutama bagi saya pribadi. Akhir kata semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum wr wb

Sumber : sahabatnesia.com

Pidato Pendidikan tentang Globalisasi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang Saya hormati Kepala Sekolah MTsN Sukamaju.
Yang saya hormati Wakil Kepala Sekolah MTsN Sukamaju.
Yang saya hormati guru-guru MTsN Sukamaju.
Beserta seluruh murid yang berbahagia.

Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat-Nya kita dapat berkumpul pada siang ini dalam keadaan yang sehat. Mungkin sudah banyak diantara hadirin yang paham mengenai pengertian globalisasi, atau mungkin masih ada yang belum memahaminya?

Kali ini saya ingin sedikit mengajak hadirin semua untuk mengingat kembali beberapa pola hidup yang mengakibatkan globalisasi. Apa pengaruhnya bagi kita semua dan bagaimana kita menghadapi pengaruhnya.

Globalisasi berasal dari kata global yang memiliki arti menyeluruh. Globalisasi berarti proses penyebaran unsur-unsur baru yang mencangkup informasi dari seluruh dunia melalui media cetak atau elektronik.

Globalisasi mempunyai pengaruh yang hampir meliputi semua aspek lini kehidupan. Misalnya, dalam bidang transportasi. Ada begitu banyak kendaraan yang dapat kita jumpai di jalan raya setiap harinya. Transportasi ini membuat orang lebih mudah untuk melakukan aktivitas ataupun pekerjaannya.

Hal ini tentu berbanding terbalik dengan zaman dahulu yang untuk ke suatu tempat yang diinginkan, seseorang harus rela menempuh perjalanan dengan jalan kaki. Selain transportasi, sistem telekomunikasi juga mempunyai dampak global dalam aspek kehidupan. Sebagai contohnya adalah handphone. Zaman canggih seperti sekarang ini, handphone nampaknya sudah tidak dapat dipisahkan lagi dengan kehidupan kita.

Internet adalah salah satu contoh lain dari pengaruh globalisasi tersebut. Baik yang sudah tua maupun yang muda semua berlomba untuk dapat menggunakannya. Bahkan, tidak sedikit dari generasi muda yang bisa menemukan penemuan terbaru hanya melalui internet.

Dampak globalisasi juga mempengaruhi dunia kuliner di indonesia. Perlahan namun pasti masyarakat kita sudah dapat menerima makanan-makanan yang berasal dari luar negeri. Misalnya pizza, hamburger, kebab, spaghetti, ramen dan lainnya.

Aspek berikutnya adalah fashion. Tampak jelas sekali berbagai jenis pakaian yang booming di luar negeri segera di ikuti masyarakat kita. Bidang lain yang tidak kalah heboh adalah olahraga. Kita sekarang sudah bisa menyaksikan melalui channel televisi yang menyiarkan secara langsung pertandingan olahraga dimanapun berada.

Begitu banyak aspek yang mampu dipengaruhi globalisasi. Hal ini jelas sebagai bukti bahwa setiap masyarakat mampu merasakan pengaruhnya. Beberapa aspek yang telah dijelaskan di atas, menandakan bahwasanya pengaruh global sudah hampir merasuk dalam seluruh lini aspek kehidupan.

Semua orang tentunya merasakan pengaruh yang terjadi akibat globalisasi. Untuk itu, sebagai masyarakat kita harus bisa memilah dan memilih globalisasi ini dengan hanya mengambil manfaat baiknya saja dan menghiraukan unsur negatifnya, sehingga budaya dari manapun yang akan masuk ke Indonesia dapat terfilter dengan baik.

Apabila hal ini dapat dilakukan oleh semua masyarakat, maka ciri khas kearifan budaya Nusantara ini akan dapat dijaga dan dipertahankan dengan baik.

Semoga apa yang saya sampaikan ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Harapan kita bersama, semoga pengaruh globalisasi ini tidak akan merusak keutuhan kita berbangsa dan bernegara. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sumber : pidato.net

Pidato Pendidikan tentang Narkoba

Assalamualaikum Wr.Wb.

Marilah kita panjatkan puji dan rasa syukur kehadirat Allah SWT, berkat karunia dan nikmat yang telah diberikan kepada kita semua, kita dapat berkumpul di pagi ini dalam keadaan yang sehat walafiat.

Tak lupa shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW yang telah memperjuangkan nilai dan agama yang luhur ini hingga sampai kepada kita semua.

Terima kasih saya ucapkan atas waktu dan tempat yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan pidato singkat tentang pendidikan karakter yang harapannya kelak para generasi muda yang mempunyai visi besar dalam membangun bangsa ini.

Saya juga berharap semoga apa yang akan saya sampaikan ini dapat memberikan manfaat, khususnya bagi saya sendiri dan kepada semua yang dapat hadir di tempat ini.

Hadirin yang saya hormati,

Saat ini Bangsa kita tengah menghadapi persoalan yang sangat serius, yaitu menurunnya moral di kalangan remaja. Banyak remaja yang sudah terpengaruh oleh sikap hidup hedonis dan kehidupan yang mengabaikan nilai-nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

Hal ini bisa dilihat dari data yang telah disampaikan oleh beberapa lembaga. Misalanya, Salah satu lembaga independen memaparkan fakta yang mencengangkan, bahwa 65% remaja saat ini sudah pernah melakukan hubungan seksual seperti ciuman, seks bebas dan bahkan berhubungan dengan sesama jenis.

Tidak hanya itu, data yang dikeluarkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak kalah mengherankan. Mereka mengeluarkan data bahwa pengguna narkoba dari golongan remaja mencapai 79% pada tahun 2015.

Angka ini mengalami kenaikan sekitar 20% dari tahun lalu. Bahkan mereka juga menyatakan bahwa setiap 7 menit terdapat korban yang meninggal dunia akibat penggunaan narkoba.

Hadirin yang saya hormati,

Data-data tersebut sudah cukup membuktikan apa yang sedang terjadi saat ini. Lantas, dimanakah peran pendidikan sekolah, guru dan orangtua?

Mengapa para remaja saat ini terjerumus ke dalam kehidupan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat kita?

Setelah diteliti ternyata pemuda atau remaja saat ini telah kehilangan karakternya sebagai ksatria. Hal ini disebabkan lemahnya pendidikan karakter yang mereka dapatkan baik di sekolah maupun di rumah.

Lebih dari itu, sekolah saat ini hanya mengutamakan pendidikan yang mengejar hasil berupa nilai daripada mendidik anak agar mempunyai karakter yang baik dan mulia.

Hal ini bisa dilihat dari berkurangnya jam Pendidikan Moral dan Pancasila (PPKN) di sekolah. Oleh sebab itu, yang kita butuhkan saat ini adalah contoh pendidikan karakter agar dapat mengatasi permasalahan yang terjadi.

Demikanlah pidato singkat yang dapat saya sampaikan dan mohon maaf apabila ada perkataan yang tidak berkenan di hati. Akhir kata.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sumber : pidato.net

Pidato Pendidikan Formal

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
 
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul "Pendidikan Formal di Indonesia "

Teman-teman…
Sistem pendidikan di negara kita dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu formal dan non-formal. Sebuah pendidikan formal dibagi menjadi tiga tingkatan : primer, sekunder dan tersier pendidikan. Sementara pendidikan non formal dilakukan bagi pelajar yang mendapatkan kesulitan untuk memenuhi persyaratan dalam pendidikan formal.

Contoh non formal : pendidikan adalah PLS (Pendidikan Luar Sekolah). tujuan pendidikan formal dan non-formal adalah untuk mewujudkan proses pendidikan di negara kita.

Seperti yang saya dinyatakan sebelumnya, pendidikan formal melibatkan tiga tingkatan:pendidikan primer, pendidikan sekunder dan pendidikan tersier. Sebelum masuk sekolah dasar atau SD, anak-anak biasanya telah mengikuti TK, atau dikenal sebagai Taman Kanak-Kanak. Tapi ini merupakan
pendidikan yang tidak wajib bagi warga negara Indonesia, sebagai tujuannya hanya untuk mempersiapkan mereka yang ingin masuk sekolah dasar.

Anak-anak usia 7-12 mengikuti pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD). Tingkat pendidikan adalah wajib untuk semua warga negara Indonesia. Mirip dengan pendidikan sistem di AS dan Australia, siswa harus belajar selama enam tahun untuk menyelesaikan tingkat ini. Beberapa sekolah menawarkan program pembelajaran dipercepat, dimana siswa yang berprestasi dapat menyelesaikan sekolah dasar dalam lima tahun.

Tingkatan berikutnya adalah Sekolah menengah. Setelah lulus dari sekolah dasar, siswa melanjutkan Sekolah Menengah atau SMP (Sekolah MenengahPertama) selama tiga tahun.Dari usia 13-15. Setelah tiga tahun bersekolah dan lulus, siswa dapat melanjutkan ke SMA. Di Indonesia, sekolah ini pada dasarnya dibagi menjadi dua macam : SMA (Sekolah Menengah Atas) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). SMA berbeda dengan SMK dalam bidang studi mereka. Para siswa di SMA siap untuk maju ke pendidikan tersier atau universitas, sementara siswa SMK sebagai sekolah kejuruan adalah siap siap untuk bekerja setelah menyelesaikan sekolah mereka tanpa pergi ke universitas / perguruan tinggi.

Tingkat terakhir pendidikan di negara kita adalah pendidikan tersier. Siswa yang telah lulus dari SMA dapat meneruskan ke universitas atau akademi. Mereka dapat memilih segala jenis universitas atau akademi berdasarkan kepentingan mereka atau lingkup pengetahuan, Misalnya jurusan Bahasa Inggris, Matematika, atau universitas pelatihan guru.

Demikainlah pidato dari saya. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, jika terdapat kesalahan di saat saya menyampaikan pidato tersebut. Semoga ada hikmah yang bisa kita ambil dari pidato yang saya sampaikan tersebut.

Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, akhirul kata,

Wassalamualaikum wr wb.

Sumber : pidato.net

Pidato Pendidikan tentang Moral 

Bismillahirrohmaanirrohiim
Assalamualaikum Wr. Wb.

Yang terhormat seluruh para hadirin sekalian di tempat ini.

Pada hari ini marilah kita panjatkan puji syukur kepada kehadirat Allah SWT, karena atas berkah dan rahmat-Nya kita semua dapat di sini dan lebih memahami mengenai pentingnya pendidikan moral. Perjumpaan kali ini, kita harapkan untuk dapat berkontribusi dalam membangun karakter atau moral dari generasi muda berikutnya.

Seperti yang kita ketahui dari banyak berita, sering sekali terjadi tawuran antar pelajar, kasus pencurian, perampokan, dan pembunuhan. Sebagai generasi masa kini, Anda juga dapat turut berkontribusi dalam mengurangi angka kriminalitas ini.

Caranya adalah dengan memperkuat dan menggencarkan pelajaran moral kepada anak bangsa saat ini. Mengubah generasi yang sudah terlanjur tua akan lebih susah dibandingkan dengan mengubah generasi yang lebih muda.

Jadi bagi Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian, kini saat Anda untuk lebih memberikan pendidikan moral sejak dini. Anak-anak Anda akan menjadi harapan di masa depan. Yang jelas, pendidikan moral ini merupakan tanggung jawab kedua orang tua.

Cara yang paling mudah untuk menanamkan moral adalah dengan menceritakan berbagai macam cerita yang berisikan moral. Salah satu cerita yang berisikan moral adalah cerita rakyat Malin Kundang. Di dalam kisah Malin Kundang, anak akan memahami bahwa hormat kepada orang tua adalah hal yang sangat penting.

Selain itu, Anda yang sangat menyukai berbagai dongeng dari luar negeri, juga dapat menceritakan tentang kisah Tikus dan Burung Hantu dari cerita rakyat Jepang. Cerita tersebut memiliki pendidikan moral berupa jangan pernah mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.

Walaupun tujuannya hanya meminjam, perlu untuk terlebih dahulu meminta izin. Selain itu, cerita itu juga mnegajarkan moral kepada anak-anak akan pentingnya untuk menepati janji. Dengan menceritakan berbagai macam dongeng setiap harinya, maka akan banyak sekali pendidikan moral yang dicerna oleh anak-anak.

Sekian pidato dari saya mengenai pentingnya pendidikan moral. Bila terdapat kesalahan dalam berkata, saya mohon maaf.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sumber : sahabatnesia.com


Pidato tentang Pentingnya Pendidikan 

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang bisa didapatkan oleh seluruh rakyat Indonesia melalui lembaga yang diakui oleh pemerintah. Sedangkan pendidikan non-formal adalah pendidikan yang diperoleh di luar sekolah.

Pendidikan yang bersifat formal ini wajib untuk dijalani oleh setiap warga Indonesia, karena akan berpengaruh terhadap pola pikir, keahlian, dan juga kemampuan untuk membaca, menulis, serta berhitung. Semua hal tersebut akan sangat menunjang kehidupan di masa depan setiap orang.

Pendidikan juga akan secara langsung berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Semakin tinggi jenjang pendidikan yang diterima, maka akan semakin maju pola pikir orang tersebut. Maka dari itu, akan ada banyak generasi penerus yang cerdas dan dapat menjadi tonggak negara yang kuat.

Di Indonesia pendidikan formal yang harus ditempuh adalah selama 12 tahun. Dengan pendidikan selama itu, diharapkan generasi penerus bangsa akan dapat berkompetisi di era globalisasi. Persaingan yang ada saat ini sudah sangat ketat dan bila tidak up to date terhadap ilmu pengetahuan, maka akan mudah dijajah oleh negara lainnya dalam bentuk yang modern.

Sekian pidato yang saya sampaikan dan semoga bermanfaat. Apabila terdapat kesalahan dalam berkata, saya mohon maaf.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sumber : sahabatnesia.com 
Itulah contoh teks pidato bahasa Indonesia tentang pendidikan. Sebenarnya masih banyak lagi, namun beberapa pidato diatas saya kira sudah cukup untuk menjadi referensi pidatomu. Semoga bermanfaat!

Post a Comment

Previous Post Next Post