Waspadai Bahaya Minum Kopi bagi Ibu Hamil

Bahaya Minum Kopi Bagi Ibu Hamil

Mengawali hari dengan secangkir kopi hitam sudah menjadi rutinitas hampir semua orang. Rasa dan aroma kopi yang nikmat mampu meningkatkan semangat sebelum melakukan aktifitas. Kendati demikian, ternyata kopi berpotensi membawa beberapa bahaya pada tubuh. Khususnya bagi ibu hamil.

Kebiasaan minum kopi bagi ibu hamil sebaiknya mulai diperhatikan. Berbagai penelitian mengatakan bahwa kandungan kafein yang terdapat pada biji kopi berpotensi mengganggu kesehatan janin dan ibu hamil.

Kandungan kafein yang tinggi pada kopi, bisa membuat ibu hamil mengalami mual dan muntah berlebihan. Kondisi tersebut yang nantinya membahayakan kandungan.

Kandungan Kopi yang Berbahaya Bagi Ibu Hamil

Sebelum membahas lebih lanjut tentang bahaya minum kopi bagi ibu hamil, alangkah baiknya jika mengetahui berbagai macam kandungan yang terdapat dalam kopi. Berikut adalah berbagai macam kandungan yang ada di dalam kopi :

1. Kafein

Kandungan yang paling dominan dalam kopi adalah kafein. Salah satu zat psikoaktif yang terkandung dalam kopi adalah kafein. Zat kafein berfungsi merangsang sistem syaraf manusia sehingga kopi akan membuat peminumnya terjaga dan tidak mudah mengantuk. Umumnya, batas atas kafein yang boleh dikonsumsi manusia sekitar 300 mg/hari

2. Putrescine

Zat putrescine didalam kopi mampu membuat daging yang masih segar menjadi busuk. Putrescine berasal dari penguraian zat asam amino yang dilakukan oleh bakteri e-coli. Zat ini sangat berbahaya jika kita terlalu sering mengkonsumsinya. Walaupun kadar kandungannya kecil. Namun jika terus dikonsumsi akan menumpuk dan semakin besar.

3. Niacin

Perlu diperhatikan sumber makanan bayi dalam kandungan adalah dari makanan ibunya. Terlalu banyak mengkonsumsi kopi bagi ibu hamil berarti sama dengan menumpuk zat niacin di dalam tubuh janin. Banyaknya zat tersebut di dalam tubuh bisa menyebabkan gagal hati kronis.

4. Trigonelline

Zat Trigonelline membuat kopi memiliki sedikit rasa manis. Rasa manis itu termasuk manis yang tidak diperbolehkan dikonsumsi ibu hamil. Apalagi usia kandungan masih muda.

Tidak hanya kopi saja yang perlu dibatasi oleh ibu hamil, namun juga minuman dan makanan yang mengandung kafein. Contohnya cokelat, teh, energy drink (minuman pembangkit tenaga), dan obat-obatan seperti obat flu. Demi menjaga kesehatan janin, selalu perhatikan apapun yang Anda konsumsi. Baca informasi kandungan makanan atau minuman yang biasanya tertera pada kemasan.

Akibat Terlalu Sering Minum Kopi bagi Ibu Hamil

Pada umumnya, terlalu banyak minum kopi bisa menimbulkan rasa cemas, kecanduan, insomnia, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah tinggi, sering buang air kecil, dan sebagainya. Selain itu kafein yang terkandung dalam kopi dapat menembus plasenta ibu hamil terutama saat usia kehamilan masih muda dan akan berdampak pada janin yang dikandung. Beberapa risiko minum kopi bagi ibu hamil dan janin, antara lain:

1. Kesehatan Janin Terancam

Kandungan kafein di dalam kopi dalam menembus plasenta. Dengan begitu, zat ini bisa masuk kedalam tubuh janin di dalam perut ibu hamil. Keadaan itu dapat mengancam keberadaan janin karena dirinya belum bisa melakukan metabolisme terhadap zat kafein yang masuk ke dalam tubuhnya.

2. Ancaman Obesitas pada Bayi

Asupan kafein berlebih saat masa kehamilan meningkatkan resiko anak mengalami obesitas di tahun pertamanya. Hal tersebut dapat terjadi pula saat anak menginjak usia 8 tahun.

Secara ilmu medis, kelebihan berat badan pada anak terjadi akibat kafein dapat mempengaruhi perkembangan sumbu hipotalamus-hipofisis di otak. Yangmana sumbu tersebut mengatur hormon pertumbuhan pada anak.

3. Menghambat Penyerapan Zat Besi

Minuman berkafein biasanya mengandung senyawa yang disebut fenol. Senyawa fenol membuat ibu hamil menjadi lebih sulit menyerap zat besi. Padahal, zat besi sangat dibutuhkan ibu hamil untuk mengantar oksigen ke dalam tubuh, mengurangi risiko anemia, dan memperkecil risiko perdarahan.

4. Menyebabkan Cacat Lahir 

Ibu Hamil yang terlalu sering minum kopi bisa mengakibatkan bayi terlahir prematur. American Pregnancy menyatakan bahwa kafein berpotensi menyebabkan cacat lahir, kandungan tidak subur, bayi lahir prematur, dan gangguan reproduksi lainnya.

5. Keguguran

Pada tahun 2008 American Journal of Obstetrics and Gynecology menyatakan bahwa wanita yang mengonsumsi lebih dari 200 miligram kafein per-hari memiliki kemungkinan dua kali lebih tinggi mengalami keguguran dibandingkan mereka yang tidak konsumsi kafein.

Berapa Takaran Normal Kafein bagi Ibu Hamil?

Batas maksimal bagi ibu hamil mengkonsumsi kafein adalah 200 mg/ hari. Untuk itu, selalu perhatikan kandungan kafein dalam makanan atau minuman yang tertera pada kemasan. Jangan sampai melebihi batas toleransi mengkonsumsi kafein pada ibu hamil.

Berikut jumlah umum kafein dalam makanan dan minuman:
  • 200 mg kafein dalam satu cangkir kopi seduh.
  • 140 mg kafein dalam satu cangkir kopi saring.
  • 100 mg kafein dalam satu cangkir kopi instan.
  • 40 mg kafein dalam satu botol soda.
  • 75 mg kafein dalam satu cangkir teh.
  • 25-50 mg kafein dalam 50 gram cokelat.

Jika Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi lebih dari dua cangkir kopi per hari, sebaiknya mulai sekarang dikurangi. Ganti dengan mengkonsumsi minuman sehat seperti jus, air mineral, atau air kelapa muda. Itulah ulasan mengenai bahaya minum kopi saat hamil. Semoga Bermanfaat!

Post a Comment

0 Comments