Kumpulan Anekdot Lucu
Mendengar kata "Anekdot" di jaman yang serba modern ini terkesan jadul, apalagi ditelinga anak-anak jaman now.

Anekdot adalah cerita yang menggambarkan suatu kejadian yang sebenarnya terjadi. Pada dasarnya tujuan dari pembuatan anekdot sendiri adalah untuk menghibur, mengkritik atau menyindir sesuatu yang dkemas dengan gaya humor. Sindiran tersebut biasanya berisi tentang sosial, politik, pendidikan, lingkungan dan sebagainya

Perlu anda ketahui bahwa teks Anekdot tidak hanya mengandung unsur lucu-lucuan tetapi juga amanat dan pesan moral.

Ngomong-ngomong soal humor sebenarnya saya agak miris dengan tontonan yang mengatasnamakan humor tetapi tanpa adanya pesan moral yang ingin disampaikan.

Sehingga terkesan setelah melihat ya selesai, tanpa ada perubahan sikap serta pesan moral yang didapat dari tontonan atau cerita tersebut, oleh karena itu saya mencoba untuk mencari dan mengumpulkan Anekdot lucu yang hampir punah oleh kemajuan zaman dari masa ke masa jadi tidak hanya sekedar gimik lucu tapi mengandung pesan moral yang dapat diambil. Oke Langsung saja berikut adalah kumpulan anekdot lucu yang hampir punah.

Mana Yang Lebih Duluan
13/07/2003

Disebuah pengajian mingguan, seperti biasa di hadiri para ibu dan para bapak. Setelah lama memberi khotbahnya pak kyai membuka forum diskusi kepada hadirin dan seorang ibu pun bertanya. Ibu : Pak kyai ada seorang berinisial A dan B dia berteman akrab sekali, kemana-mana bersama  sampai matipun bersama dan di masukin kekuburan pun bersama-sama, nah pak kyai menurut pak kyai mana yang lebih dahulu di tanya malaikat?? Pak kyai : (seperti biasa pak kyai tidak kehilangan akalnya) dan spontan menjawab menurut abjad A lebih dahulu. Ibu: grrrrrrrrr

Sandal Ketinggalan
14/07/2003

Pada suatu saat acara pengajian yang diselenggarakan oleh LDNU di Musholla PBNU ada  beberapa ibu-ibu peserta pengajian yang berasal dari kampung gamprit bekasi iseng mencoba membuka lift, untuk naik kelantai atas, dasar orang udik salah satu ibu nyeletuk : "eh buka sandal ini khan suci!" spontan ibu-ibu buka sandal saat pintu lift terbuka. Setelah masuk dan pencet lantai 8 lift meluncur dengan cepatnya. setelah pintu lift terbuka dilantai 8 mereka bingung "lho.......mana sandal saya tadi?", dasar..........

INUL

14/07/2003

Waktu gusdur ditanya penonton wayang di TMII saat gelar da'wah LDNU:  "Gus....sopo presiden RI tahun 2004?" Jawab gusdur .........."INUL". Seketika penonton tertawa. "lho.....gus serious nich" "iya......Insya Allah, NU, Lagi...." spontan penonton tepuk tangan

Sholat di Bulan
14/07/2003

Seorang kiai ditanya oleh jemaaahnya. " Pak Kiai, dengan majunya tekhnologi, orang khan sekarang sudah bisa menjejakkan kaki di bulan, lalu kalau mereka sholat, mereka menghadap kemana ? ". Pak Kiai setelah tercenung sejenak karena bingung dan belum tahu kemajuan tekhnologi, akhirnya mendapat akal, lantas menjawab " Entar kalo sampeyan kesana, ajak saya dah, biar tak tunjukin arahnya " . . .

NU Yang Lain
15/07/2003

Pada saat peresmian NU Online di Hotel Borobudur Jakarta tanggal 11 Juli 2003, setelah sambutan, peresmian dan dialog interaktif, maka majulah seorang undangan untuk memberikan pendapat dan pandangannya, dalam penuturannya tersebut diungkapkan bahwa apabila NU Online disosialisasikan kepada warga NU, mohon hati-hati dalam penyampaiannya karena penyebutan kata "online" (terbaca: onlaen) dapat diartikan NU yang lain, katanya " Nanti dipikir Pak Hasyim mau buat NU yang lain seperti ributnya parpol saat ini" Hadirinpun tertawa Geerrrr.

Kehilangan Masjid
18/07/2003

Ada seorang datang dari kota ke sebuah pesantren NU, setelah sembahyang jamaah, is segera bergegas hendak pergi, tapi sandalnya telah lenyap dan ia segera lapor ke takmir masjid sambil ngomel-ngomel„ " Masa orang selesai shalat malah mencuri sandal, ini benar benar tidak islami, ini harus ditangani biar tak malu-maluin orang NU". "Ooo Allah Mas.. Mas... sampeyan kehilangan sepasang sandal aja sudah ngumpat ngumpat orang NU, padahal pencurinya belum tentu orang NU. Sementara NU kehilangan banyak masjid, rumah sakit dan universitas, tapi tidak pernah ribut"

Membangun Untuk NU

18/07/2003

Untuk merealisasi ide pluralismenya, maka Gus Dur banyak melibatkan orang non NU, balk Islam maupun non Islam dalam PKB. Ada beberapa orang tokoh Islam modernis yang diangkat jadi pengurus partai itu, salah satunya dr. Sugiat, yang terpaksa harus mengikuti tradisi Gus Dur melakukan hal-hal yang selama ini dianggap bid'ah, churafat dan takhayul, seperti ziarah kubur, istighatsah dan khaul keliling di berbagai tempat. Dan semuanya dijalani dengan senang hati. Barang kali itu memang keharusan politik, atau keharusan teologis wallau a'lam. "Bersama Gus Dur saja telah menjalankan semua ritual NU dan yang lebih rnembanggakan lagi" kata dr. Sugiat "saya diminta Gus Dur untuk membangunkan rumah sakit untuk NU, ini gagasan sangat ideal untuk merukunkan NU-Muhammadiyah," katanya bersemangat di hadapan publik NU. "Hebat ..hebat...sekali" seru para hadirin. "Ahh.... Kalau.. cuma itu sih kagak ada hebatnya !" "Jangan meremehkan gagasan orang," sela temannya. "Bukan meremehkan, tapi ini kenyataan" jawabnya" selama ini NU telah banyak membikinkan masjid. rumah sakit dan universitas untuk Muhammadiyah. Kalaupun mereka sekarang mau membikinkan anggap saja sebagai bayar hutang"

NU Airline dan Internit
19/07/2003

Sejak NU online di Launcing banyak warga nahdliyyin yang berdatangan ke lantai 5 Gedung PBNU, ingin menyaksikan dari deket apa sih NU Online itu, Tak terkecuali H Endok dari Pulau Garam Madura. Sehari-hari dia berprofesi sebagai penyelenggara haji dikotanya sana, oleh karena itu ketika mendengar NU Online dari kyainya. Dia segera bergegas datang ke Jakarta,” wah inni besnis untung tak ie”, ujarnya dalam hati. Sesampai di PBNU dia ditunjukkan oleh satpam untuk naik lantai 5. Setelah memberikan salam, dia berjabat tangan dengan salah seorang Reporter NU Online, dia mengutarakan kebahagianya, “sayya senang NU tellah punya pesawat terbang sendiri NU Airline, singga sayya klo kirim haji bisa bayar murah, kan saya warga NU, pak” ?. Si reporter bingung, “lho ini bukan NU Airline Pak ini NU Online”, ini bukan pesawat tetapi internet NU, Pak !, dengan sigap H Endok menjawab, Apa internit ! “lho kata Kyai saya tehnologi cannggih pak, wallah ternyata cuman jualan bahan bangunan, klo itu sih Madurra banyak, nyesel aku”, sambil ngeloyor pergi.(AA)

Satpam dan Hecker
19/07/2003

Sejak NU Online diluncurkan di Gedung PBNU, isu mengenai Hecker marak dibicarakan oleh orang NU, dimana-mana bicara soal Hecker. mereka takut server NU Online yang disimpan diruang kaca itu di jebol oleh ulah Hecker, para satpam juga ikut nimbrung bicara hecker  sekaligus siaga klo-klo ada Hecker masuk, meskipun mereka belum tahu hecker itu apa. Suatu saat mereka memeriksa Ruang Redaksi NU Online, sebagai bagian dari prosedur tetap pengamanan Gedung, Si Satpam kaget begitu melihat pintu server terbuka dengan lebar, ia kaget, segera berteriak tolong ! tolong ! ada hecker masuk, panggil polisi cepat !!!, tangkap dia !!! (AA)

Deal
22/07/2003

Seorang aktivis NU yang selama ini bersikap kritis, biasa berbicara keras tanpa memperhatikan resiko yang bakal dihadapi atau mengena orang lain. Persamaan dengan terjadinya perang Aceh itu ia membuat statemen berbeda dengan suara resmi NU. Hal kawan jangan bikin statemen yang krusial, karena itu bisa mengganggu deal yang sedang dilakukan bapak-bapak kita. "Ngapain sih sejak dulu kok dal- dil mana dulnya." Tangkis si aktivis "Memang apa perlunya pakai dul segala ?". "Lho ..iya ...dal-dil tanpa ada dul, ya seperti selama ini, sudah kehilangan visi, tetapi tidak mendapatkan duit maupun dingklik."

Istighotsah
22/07/2003

Walaupun Istigasah sudah menjadi tradisi NU, tetapi  ada sekelompok anak muda yang kepingin menghilangkan tradisi itu.
“Ngapain kita masih Istighotsah kalau selama ini istighotsah hanya sia-sia”
“Mengapa sia-sia, ini kan dzikir dan do’a”
“Bagaimana nggak sia-sia, coba orang beristighotsah dengan histeris disertai derai airmata, untuk mempertahankan Gus Dur, Tapi kenyataannya Gus Dur tetap tidak bisa ditolong dari kejatuhannya”.
“Lhoh, Istighotsah itu ada hasilnya,” tangkisnya “kalau tidak dilakukan istighotsah Gus Dur akan jatuh lebih cepat”
“Apa iya.” Tanyanya ragu.

Sesama Tokoh Agama Harus Saling Mengigatkan
23/07/2003

Alkisah dalam suatu seminar dialog antar agama yang dilaksanakan forum kajian mahasiswa STAIN Jember, dimana hadir 3 nara sumber dari agama islam dan dari katolik. tiga nara sumber itu adalah KH Muchit muzadi, lora (gus)  Wasil Sarbini (pengasuh pesantren di jember yang dikenal sangat fasih memahami alquran dan injil) dan  Romo eko. Dialog antar agama berlangsung hangat dengan adanya dialektika dan sharing  bersama antar peserta tentang konflik agama, hingga jam 16.00 WIB acara seminar itu pun usai. Secara kebetulan romo eko dan kyai Muchit punya acara lagi yang sama di surabaya, panitia mengantar mereka berdua ke terminal Tawang alun. Saat hendak naik bis Akas (bis yang paling banyak armadanya di Jawa timur), Kyai Muchit berdoa.
"Bismillah", ucap kyai Muchit pelan tapi cukup jelas.
"bukan Bis Mila Kyai, tapi Bis Akas",  Romo Eko mengingatkan.
berhubung musim Hujan, maka berkali-kali halilintar menyambar. membuat bulu kuduk merinding. romo Eko yang duduk tepat di samping jendela kaca nampak agak takut.
"Haliluya" dengan spontan romo berteriak, ketika terdengar halilntar dengan suara menggelegar.
"Bukan Haliluya tapi halilintar", sahut Kyai Muhit
"oh ya kyai, sesama tokoh agama harus saling mengingatkan", balas Romo.

Blok M Surabaya
27/07/2003

Saat dilaksanakan Istighosah di Lapangan Makodam beberapa bulan yang lalu, seorang Kiai dari  PBNU dari Jakarta terpental dari rombongan, sehinga ia harus berangkat ke tempat istighosah sendiri dengan naik taksi.
“Apa dalam waktu seperempat jam bisa nyampi Pak Sopir” tanyanya
“Bisa tapi harus cari jalan alternatif, soalnya semua akses ke Makodam sedang macet”
“Tolong cari jalan alternatif “ perintah Kiai dengan nervus.
“Oh ..ya … kita bisa lewat Blok M, seru bang sopir
“Yang bener aja, kita ini mau Makodam Brawijaya, bukan ke Lapangan Senayan tahu” Kiai mengingatkan
“Lho Balok M tidak hanya di Jakarta, di Surabaya juga ada” Jawab Sopir, lha ini dia “
“Yang benar aja Blok M kok berantakan penuh puing begini” tukas Kiai keheranan.
“Ya karena di Surabaya Blok M itu artinya Blok Madura”
“Waaah… ya… maklum kalau kumuh begini.”

NU Digadaikan
27/07/2003

Dalam sebuah acara kumpul-kumpul, biasa kalangan muda NU bicara ngalor ngidul. Namun diantaranya ada yang tiba-tiba nyeletuk: “NU sekarang kok digadaikan, apa tidak ada cara lain”
“Ah… nggak mungkin, jangan bikin fitnah. Masa organisasi ulama digadaikan,” tangkis kawannya dengan emosional.
“Lho.. gimana tidak wong saya saksikan dengan mata kepala sendiri dan itu dilakukan secara beramai-ramai”
“Sampeyan semakin kacau, nggak percaya, mana buktinya”
“Jangan khawatir ini  foto-fotonya sebagai bukti” jawab temannya dengan yakin.
“Masyaallah, maksudnya mengadakan acara di gedung pegadaian tho..!?”
“Makanya jadi orang NU jangan cepat tersinggung pahami dulu maksud omongan orang“

Dialog Santri Dengan Nabi
27/07/2003

Ada santri yang kelewat bandel, seringkali bangun kesiangan saat tidur di masjid. Pada suatu dini hari, sang kiai datang ia masih mendengkur, Santri lain bergegas mau membangunkan tapi Sang Kiai melarang,
“Jangan dibangunkan si Santri ini sedang dialog dengan Nabi “ ujar sang kiai

Para santri mengangguk kagum, sehingga tak berani membangunkan santri yang dianggap istimewa itu,. Tak sembarangan orang bisa ketemu Nabi apa lagi bisa berdialog,. Akhirnya shalat subuh terpaksa dilakukan di belakang santri. Karena  tidurnya persis di depan mihrab
Mendengar gemuruh suara amin dalam shalat itu si Santri terbangun, ia kaget dan bingung dan sangat malu, karena tidur sendirian di depan jamaah. Sambil tengak-tengok mencari  jalan keluar, tapi tak ada celah sedikitpun.
Baru ketika jamaah sedang sujud si Santri meloncat tungang langgang, kapok. Sejak saat itu ia tak berani bangun terlambat lagi. (M-1).

Tertinggal Kereta
30/07/2003

Tidak ada orang yang peling rileks di dunia ini kecuali Kiai Muchid Muzadi dan Gaffar Rahman Sekjen PBNU. Tidak bisa dibayangkan apa yang terjadi ketika dua orang doyan canda itu ketemu.
Suatu ketika sehabis mengikuti rapat pleno PBNU keduanya hendak balik ke Surabaya dengan menggunakan kereta Bima di satsiun Kota. Karena meresa waktu masih cukup lama, keduanya santai ngopi di kafetaria, tentu saja sambil bercanda untuk menghilankan kejenuhan.
Ketika lagi santai tiba-tiba kereta mulai bergerak berangkat, tanpa berpikir panjang keduanya mengejar kereta yang merangkak semakin cepat. Karena badannya yang tegap dan gempal, dengan terengah-engah  Gaffar Rahman akhirnya bisa meloncat naik kereta, dengan sedikit memar karena terbentur pintu.
Sementara Kiai Muchit yang kehabisan nafas akhirnya duduk terpuruk di lantai sambil berteriak-teriak, tapi tanpa suara. Tak lama kemudian seorang Polsuska menghampiri
“Apa yang terjadi Pak ?” tanyanya.
“Waduuh..Pak Poliisi saya ketinggalan kereta, tolong bagaimana ini?!” keluh kiai
“Bapak naik kereta apa”
“Kereta Bima”
“Lho… di sebelah bapak itu kan Kereta Bima !”
“Astaghfirulaah.. jadi Bima belum berangkat dan kawan saya terbawa kereta lain”
Kiai muchid meratap, sambil menunjukkan tiket KA.
“Lho.. karcisnya kok dua, bahaya berarti teman bapak tidak membawa karcis dan itu bisa dianggap penumpang liar di KA Parahyangan, ia bisa dilempar ke luar” kata Polsuska menakut-nakuti’
“Aduh bagaimana ini tolonglah teman saya itu Pak”
“Tidak bisa Pak itu tergantung Polsuska di jalan, kalau kebetulan ketahuan di stasiun mendingan, tapi kalu disawah atau dihutan tengah malam, ya saat itu pula dilempar. Berdoalah saj Pak!”
‘Akhirnya kiai berdoa untuk keselamatan temannya, agar tidak dilempar ke hutan atau ke tengah sawah, sebab bagaimanapun ia pengurus NU.
Berdoa dimulai. (M1)

Taatnya Santri Kepada Kyai
01/08/2003

Ketaatan santri kepada kyainya adalah hal yang tak perlu diragukan lagi, apalagi santri itu asli orang madura. kayaknya semua isi ta'limul mutaalim gak ada yang luput untuk diamalkan.
Sampai suatu ketika si santri yang biasa dipanggil ustad bahrun  sedang pulang sebentar untuk keperluan keluarga.  karena ustad bahrun adalah ketua panitia penyelenggara akhirus sanah, maka banyak hal yang harus diselesaikan. sedang 2 hari setelah pulangnya ustad bahrun, sang kyai merasa perlu telpon untuk menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan akhirus sanah.
"Assalamu'alaikum, bisa bicara dengan ustad bahrun," sapa kyai dengan bahasa madura medok.
"wa'alaikum salam, iya, saya sendiri, ini dengan siapa", jawabnya dengan kondisi  santai tanpa kemeja (hanya kaos dalam).
"ini dari pak kyai mau..."belum selesai kyai bicara,tiba tiba sang ustad menyela..
"Maaf kyai, saya mau pakai baju dulu yaa", jawabnya tergesa.(Alf)

Hormat Grak...!
01/08/2003

Kisah ini berasal dari KH. Imron Chamzah (alm) ketika beliau masih menjabat ketua PPP Jatim . suatu hari beliau mengadakan kunjungan ke suatu daerah di Madura bersama Sulaiman Fadeli. Ketika beliau tiba ternyata sedang diselenggarakan upacara bendera, dan beliau ditempatkan di bagian tamu. Pada saat komandan upacara memberi aba-aba "kepada pemimpin upacara, hormat grak!!" Ternyata terjadilah peristiwa yang mengejutkan seluruh tamu. Para peserta ternyata maju satu persatu secara teratur menyalami pemimpin upacara dan para tamu. Usut punya usut, hal tersebut terjadi karena di bagian tamu terdapat banyak para kyai! Maka terjadilah upacara yang khas. Khas ala Madura!!

Web site NU dan Alan Shearer
03/08/2003

Seorang santri  yang baru belajar internet, sangat gembira begitu mendengar NU punya website resmi. Dengan kenekatannya dia mencoba mencari search engine website NU diwarnet pesantren, saat mencari-mencari dia nekat mencoba alamat www.nu.com, soalnya biasanya yang dilihat seperti itu. Betapa kaget begitu diklik muncul gambar Alan Shearer, lo kapan NU memiliki kesebelasan sepakbola dan mengontrak Alan Shearer, karena kekagetannya dia segera bercerita pada santri lainnya. “Saya lihat di website NU sekarang memiliki kesebelasan sepakbola, dan malah ngontrak Alan Sharer”,  santri yang  lain sangat bergembira wajah mereka berbinar-binar, mendengar berita maklum mereka santri penggila bola, bahkan dibelani bolos ngaji. Ada satu santri yang sudah jago internet, enggak percaya mendengar info itu, masak NU, organisasi Ulama kok sudah jadi kesebelasan sepakbola”, dalam hati setengah penasaran, maka dia mengajak santri tadi ke warnet, dia buka www.nu.com, memang dia menemukan gambar Alan Sharer, dia amati terus baru dia yakin ini, “ini memang website NU tetapi bukan Nahdlatul Ulama, tapi Newcastels United  kesebelasan Liga Inggris, pantes ada Alan Sharer” salah kamu Dul.

Rais Aam Vatikan

03/08/2003

Ketika Rambongan KH Hasyim Muzadi mengunjungi Vatikan diterima langsung oleh Paus Johannes, maka satu persatu giliran berjabat tangan dengan pimpinan tertinggi umat Katolik Dunia itu. Ketika sampai ada salah seorang anggota rombongan NU mendapat giliran berjabat tangan, maka diciumnya tangan paus itu dengan khidmat.
Seusai acara salah seorang pengurus NU menegur "kenapa sampeyan tadi mencium Tangan Paus”
“Lho… diakan Rais 'Aam yang patut kita hormati".
“Dia Bukan Rais Aam tapi Paus”
“Rais 'Aam atau paus kan sama-sama pemimpin agama yang layak kita hormati”
"Ya paling tidak sama jubah dan peci hajinya,” temannya menimpali.

LIFT 1
16/06/2003

Sejak Gedung PB NU baru diresmikan, maka penziarah seusai mengunjungi makam Walisongo sudah dipastikan menyempatkan diri berkunjung ke kantor NU, seolah menjadi wali kesepuluh.

Mereka  datang dari daerah, untuk menyaksikan kemegahan gedung NU yang mereka bangggakan itu.  Satu hal yang mereka idamkan adalah bisa naik turun lantai tanpa kelelahan karena memakai lift, yang mereka anggap sebagai mainan gratis.

Suatu hari ada sekelompok rombongan yang baru datang dari pelosok Jawa Tengah dan langsung ingin mencoba naik lift, sambil mau melihat isi kantor NU itu. Ketika pintu lift terbuka, dan tiba-tiba salam diucapkan dengan suara merdu, mereka segera menjawab bersama "wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh".

Mereka mengira salam itu dari pengururs PBNU, Ibu Muslimat atau Mbakyu Fatayat yang menyambut kehadiran mereka. Setelah itu baru membungkuk sopan satu persatu memasuki lift, sambil melongok kiri-kanan mencari orang  yang mengucapkan salam tadi.
“Wah ini Salam dari alam gaib” kata pemimpin rombongan (MdZ)

LIFT 2
16/06/2003

Beberapa hari salah satu lift PBNU dalam perbaikan, karena itu  arus perjalanan antar lantai jadi sangat lamban. Beberapa kali seorang pengurus NU menegur bagian engineering.
“Dalam beberapa menit lagi juga akan selesai", jawab seorang enginer.
Ternyata kerusakan itu harus menganti komponen, sehingga harus beli, untuk beli barang harus mengajukan dana, pokoknya butuh waktu lama. Pengurus tadi, ngomel lagi ke engineering, "Kerja lambat amat, lama belum juga kelar."
"Sebenarnya satu lift saja sudah cukup Pak Kiai, kenapa mesti risau" kata enginering kesal
“Tapi  kan kurang cepat" sergahnya.
“Kalau lift kurang cepat itu bukan kesalahan teknis, tetapi kesalahan pemakai  Kiai”
“Hah... Memang apa kesalahan pemakai?”
“Ya jelas tho pak kiai, beginilah akibatnya kalau orang NU sudah tidak mau menjawab ucapan salam dari lift, sehingga lifnya lambat berangkat karena menunggu jawaban.
Oh ya..ya " Pak kiai mengangguk-angguk, " O beginilah akibatnya kalau salam sudah diganti selamat pagi.
Pak Kiai segera pergi sehingga sang engineer bisa bekerja dengan tenang, dengan berseru dalam hati' "Kapan kapokmu" (MdZ)

LIFT 3

17/06/2003
Bagaimanapun ucapan salam secara elektronik di lift PBNU itu akhirnya menjadi berdebatan serius para kiai, bagaiamana status hukumnya menjawab salam elektonik tersebut.
Salah satu pendapat mengatakan, tidak harus dijawab, sebab itu sebuah bunyi yang tanpa arti, karena keluar dari mesin. Sementara yang lain mengatakan itu wajib dijawab, sebab disamping merupakan rekaman suara manusia, juga mewakili Rais 'Aam dan Ketua Umum PB NU, jadi fardlu ain menjawabnya dan dosa bila tidak menjawab. Sebab alat itu dipasang sengaja untuk menghormati para tamu, maka yang dihormati harus hormat juga.
Perdebatan itu akhirnva dibawa ke forum bahsul masail. Bahkan  sudah lima kali bahsul masail diselenggarakan, tetapi mengalami mauquf (deadlock). Akhirnya mereka sepakat menghadirkan Syeikh Al Azhar, kalau perlu para pimpinan perguruan tinggi Islam sedunia untuk membahas persoalan ini.
"Lho, gimana ini, hukum kok digantung, sampai kapan harus menunggu datangnya Ulama Al Azhar segala, "kata seorang Kiai.
"Walah begitu saja ribut, kita kan punya hukum sendiri "
"Apa-apa" tanyanya serius.
"Sluman, slumun selamet" jawab kiai yang lain.

Kyai Bingung

23/06/2003
Akibat dibilangin sama petugas engenering bahwa lift di kantor PB NU nggak mau jalan gara-gara para pengunjung tidak mau menjawab salam elektro dan lebih senang mengucapkan selamat pagi, sang kiai jadi berfikir bagaimana caranya agar beliau tidak meninggalkan tradisi nabi menjawab dan mengucapkan salam, tapi juga tidak bertentangan dengan kebiasaan orang-orang menggunakan 'selamat pagi'.
Sekali waktu beliau hendak ke kantor PBNU, di tengah jalan beliau masih bingung mau ngucapin apa nanti, ketika beliau nyampe' di kantor PBNU.
pusing .... ! begitulah kira-kira.
akhirnya ketika beliau nyampe' dan panggilan salam elektro berbunyi, sementara belia masih bingung, akhirnya reflek tanpa sengaja ia bilang "selamat pagi warahmatullahi wabarakatuh. (Z-El)

NU Online

26/06/2003

Ketika NU memulai membangun program Website NU Online, beberapa pengurus wilayah dan cabang dilatih dan diberi seperangkat komputer untuk menunjang kegiatan tersebut. Pelatihan diikuti serius, karena peserta tidak ingin ketinggalan teknologi.
Walaupun mereka tidak mengenal program imptek (iman dan teknologi) seperti dikempanyekan Islam kota, tapi dalam soal apresiasi teknologi mereka sangat tinggi Dalam pelatihan itu tentu saja memasukkan materi peliputan, dalam setiap diskusi salah seorang peserta selalu keliru menyebut jurnalistik menjadi jurnalistrik. Beberapa kali kesalahannya itu dibetulkan oleh fasilitator, tetapi masih salah terus Akhirnya lama-lama ia kesal juga, "Oke lah pak yang penting antara jurnalistik dan jurnalistrik itu sama"
“Ya tidak sama yang satu itu media masa yang satu barang elektronik”,
"Tapi fungsinya sama"
"Apa memang kesamaaanya ?" tanya fasilitator.
"Sama-sama sarana penerangan. Tanpa keduanaya dunia gelap gulita" (MdZ)

Humor Harganas X th.2003 : SESAMA NAHDLIYIN DILARANG MENDAHULUI.
06/07/2003

Masih tentang Harganas X di kabupaten Lumajang. Peristiwa tidak diundangnya PC Muslimat Lumajang ternyata juga menimpa pasangannya  yaitu PCNU Lumajang. Entah kenapa, untuk peristiwa ber even besar seperti Harganas tersebut kok juga tidak tidak mengundang NU Kab.Lumajang. Sebuah organisasi bermassa besar tidak hanya di Lumajang tapi juga di Indonesia.

Hampir semua orang yang merasa NU juga merasa heran, kok bupatinya tidak undang-undang NU dalam gawenya kali ini?! Lantas timbul perbincangan miring, katanya karena pak Bupatinya sudah habis masa bhaktinya. Dan akan maju lagi dalam pencalonan bupati selanjutnya. Lho, apa hubungannya dengan tidak diundangnya NU ?  Telusur punya telusur, mungkin karena tahun ini ternyata ketua NU Lumajang juga maju jadi balon (bakal calon) Bupati Lumajang perioda berikutnya.

"OOO...,jadi, tidak diundangnya PCNU Kab.Lumajang karena ketuanya bakal jadi calon bupati toh . Takut tersaingi, begitu !?" tanya Cak Mat pada pak Dul.
"Bisa jadi begitu, kan pak Bupatinya juga orang NU. Mungkin saja sama-sama orangan NU dilarang menyalip jadi Bupati. Gitu ! " jawab pak Dul tanpa ekspresi. (Thst/Kd-Lmj)

NU Sudah Punya Internit
06/07/2003

Dalam rangka launching NU online, salah satu agendanya yaitu sosialisasi via jawa pos dan media indonesia. Sosialisasi Nu. Online via jawa pos dikemas dalam iklan kemitraan bersama yang mengundang tokoh masyarakat, tokoh agama, perusahaan, partai politik dan jajaran pemerintahan khususnya bupati-bupati di wilayah basis NU, seperti wilayah tapal kuda (banyuwangi, jember, bondowoso, situbondo) untuk memasang iklan dengan tarif dan ukuran yang beragam. Setelah proposal terkirim, Situbondo adalah salah satu  kabupaten yang berminat masang iklan. kemudian panitia launching untuk sponsorship terusmemfollow-up  dengan cara telpon, karena yang dituju bupati, maka jalur birokrasi berlaku. sebelum bisa ke ajudan bupati telpon harus melalui deretan panjang yang dimulai dari penjagaan.

"Assalamu'alaikum, sapa  panitia sok ramah"
"Wa'alaiakum salam, balasnya dengan khas dialek maduranya"
"ini kami dari PBNU Jakarta. atas nama panitia  peluncuran NU Online...., kata panitia membuka pembicaraan, namun belum selesai bicara, satpam tersebut langsung memotong pembicaraan.
"Oh iya, yang dari PBNU tentang internit itu yaaa. balasnya cepat.
Sejak kapan NU jualan internit. ??????????????? (Alf)

Resiko Pembaharu Populis
09/07/2003

Ketika perdebatan pembaruan ahlussunnah memuncak, maka diselenggarakan seminar serius untuk mempertemukan dua kubu yang bertikai, termasuk pelopor pembarunya. Sebagai sarjana yang baru pulang dari Mekah Said Agil agak keder menghadapi kegarangan penentangnya, tetapi Ketua PBNU Gus Dur, bilang, tenang aja, nanti saya akan dampingi sampean para kiai tidak akan menggorok sampean. Maka dengan tenang Kiai Said Agil menghadiri ruang seminar, hingga seminar dimulai sampai berakhir, Gus Dur tidak pernah datang, sementara Said Agil digebuki babak belur, dan ia merasa dirinya dilempar Gus Dur ke ladang pembantaian.

Said Agil hanya bisa menggerutu, dan gerutuannya itu lama-kelamaan ada yang menyampaikan ke Gus Dur. Dengan santai Gus Dur menjawab, ha .. ha ..ha..baru tau, begitulah kalau mau melakukan pembaruan di NU, memang penuh risiko, pembaruan populis harus siap digebuki umat, saya dulu juga dibegituin kok. Itu bedanya dengan pembaruan dikalangan Islam kota yang burjuis, berjalan mulus, tanpa resiko, tetapi ya itu ...berlalu... tanpa bekas".

Pluralis Kekanak-kanakan
09/07/2003

Seorang aktivis muda NU sangat menghayati arti pluralisme, pendeknya tidak ada kehidupan bersama bisa berlangsung damai tanpa sikap itu, maka ia pegangi sikap itu secara fanatik, pokoknya berniat akan membuang semua sekat etnis dan keagamaan yang masih melekat.


Suatu hari is mendeklarasikan dalam sebuah seminar, bahwa untuk membuktukan sikap pluralismenya, maka ia berjanji tidak mau kawin sesama islam, apalagi sesama anak NU, sebab is sendiri anak seorang kiai ia menegaskan bahwa dirinya hanya akan kawin dengan anak seorang pastur.
"He... entar dulu Mas, pastur itu kan tak punya anak, karena tidak boleh kawin" sela temannya.
"Masa iya ? " tanyanya seolah tak percaya "Tuhan aja boleh punya anak masak Pastur tak punya anak !"

Islam Kekanak-kanakan 1
09/07/2003

Ada seorang anak Muda NU yang barusan pulang sekolah dari Timur Tengah, tentu saja di sana dia belajar pemikiran berbagai tokoh kontemporer, seperti Hasan Al Banna, Sayid Qutub, Yusuf Qardawi dan sebagainya, makanya ketika balik lagi ke pesantrennya melihat semua yang ada di pesantren tidak islami, karena itu perlu diislamkan kembali. Untuk melaksanakan misinya itu, ia berusaha mengganti kitab yang dikaji di pesantren, membakar beduk, menggantinya dengan speaker.
Akhirnya masyarakat pesantren goncang, mau melakukan aksi balasan, tetapi dicegah oleh kiai sepuh.

Si santri muda dipanggil, "Semangat anda untuk pembaruan bagus, tetapi jangan menghancurkan yang sudah ada. Kalau anda suka speaker, tapi jangan membakar beduk itu kan karya masyarakat se desa, makanya mereka marah. Tetapi beduk kan bid'ah, Nabi tidak pernah menggunakan beduk". "Sama juga kan, speaker juga tidak ada di zaman nabi" sergah Kiai" karena itu biarkan keduanya berdampingan, secara rukun. Beragamalah dengan dewasa, jangan kekanak-kanakan ! ''Kiai menasehati.

Humor Harganas x : Rezeki Tiban
10/07/2003

Masih sisa-sisa kisah harganas x. Seperti yang sudah diketahui , pada Harganas kemarin Lumajang kebanjiran tamu dari berbagai pelosok daerah Nusantara. Dengan hotel yang jumlahnya minim, maka banyak tamu yang harus tinggal di Home Stay berbaur dengan warga.

Konon, Pemkot. sudah menentukan tarif untuk tinggal di sebuah keluarga. Termasuk beaya makan yang sehari Rp 10.000,00 sekali makan. Sebelum hari H- Home Stay tadi sudah dibayar oleh Pemkot.Lumajang .

Ndilalah, pada hari H, tamu bu Ahmad tidak jadi datang. "Bagaimana ini ya, apa uangnya harus di kembalikan ?" tanya bu Ahmad bingung sebab dia sudah belanja untuk menyambut tamunya. Yu Nem yang nguping juragannya antusias menjawab, " Wah, ndak usah Bu. Ini kan namanya rezeki tiban dari Tuhan !"

Populis Kekanak-Kanakan.
12/07/2003

Walaupun banyak yang mensyukuri NU bisa membangun gedung berlantai delapan dengan sarana serba modern dan full AC. Tetapi ada seorang anak muda NU yang selama ini ,dikenal populis, dan sangat gigih membela rakyat. Melihat kantor NU itu is protes keras, dan mengatakan pada teman temannya
"'Apa-apaan itu, kantor ulama kok tidak mencerminkan jiwa keulamaan, gemerlap, kayak hotel atau mall, karena itu saya berjanji tidak akan menginjak kantor baru yang bur' juis, anti rakyat".
Suatu hari ia mendengar sekelompok masyarakat Jawa Timur yang terlibat sengketa tanah dengan PTP datang ke Jakarta, untuk melakukan demo dan lobi untuk memenangkan perkaranya. Karena sebagian besar warga NU dan untuk mengirit beaya, mereka beberapa hari menumpang tidur di gedung NU, semua akomodasi di tanggung pengurus PBNU. Dan si aktivis NU yang populis tadi terpaksa menemui mereka di kantor

NU
12/07/2003

"Eh ... ternyata pengurus NU masih mau membela rakyat tertindas" tanyanya keheranan."Lho selama ini NU babak belur kan karena berani mebela seluruh rakyat tertindas, baik warganya maupun bukan." Timpal temannya. "Saya salut dengan sikap populismu, tapi mbok ya jangan kekanak-kanakan.

Kiai dan Lou Han

12/07/2003

Ketika jenis ikan hias itu diperkenalkan harganya bukan main mahal, apalagi yang didatangkan dari malaysia. Lou Han jenis Kim Wa saat ini harganya puluhan juta. Seorang Kiai muda yang punya bakat bisnis beli indukan ikan hias yang lagi ngetren tersebut seharga 50 juta sepasang yang siap ternak.

Ikan dibawa dari importir di Surabaya dengan perjalanan darat, selama 4 jam. Sesarnpai dirumah waktu telah malam dan ngantuk karena leleh, sementara paket ikan langsung diberesi para santrinya.

Usai sholat subuh sang Kiai makan pagi, karena malam tak sempat makan, habis makan baru ingat ikan kesayangannya kepada para santri."Mana ikan yang barusan datang tadi malam ?"tanyanya ya itu tadi yang sudah dimakan Pak Kiai !" Jadi ikan lou han itu kamu masak?" Ya kiai Waduh cilaka.. cilaka, ! Itu ikan untuk diternak bukan untuk digoreng! Lalu apa daya Kiai ikan telah jadi santapan?!.

Mahasiswa IAIN dan Sang Nenek Madura
13/07/2003

2  mahasiswa IAIN Fakultas arab (sastra arab)  yang sedang berkunjung ke rumah neneknya di sampang madura saling berbincang-bincang dengan menggunakan bahasa arab dengan asyiknya.Karena udah terbiasa dengan percakapan bahasa arab dikos-kosan maupun di kampus, mereka sangat fasih dan lancar berdialog panjang, mengangka tema aktual seputar serangan amerika ke irak mulai pagi hingga siang.  sang nenek yang sedari tadi menghidangkan   minuman dan sepiring pisang goreng panas tak dicomot satupun. sang nenek yang sejak awal mendengarkan  pembicaraan mereka ragu-ragu untuk mempersilahkannya menyantap gorengan di meja, sekali, dua kali pikir-pikir, sang nenek  memberanikan diri mempersilahkan.

"ayo cong (panggilan untuk anak laki-laki), di minum dan makan pisang gorengnya, dari tadi koq mengaji  terus "kata nenek dengan bahasa madura medok.
sang teman yang diajak terdiam dan spontan lari keluar, menahan tawa.oh jadi sang nenek mengira perbincangan kami yang memakai bahasa arab tadi itu mengaji(alquran) toh.

Kitab Kuning
13/07/2003

Suatu hari di sebuah pesantren ada pengajian yang membahas kitab kuning, semua santri membuka kitabnya masing-masing, tapi disebuah pojokan ada seorang santri yang tengah sibuk dengan kitabnya.tanpa disadari sang santri , pak kyai melihat aksinya dan mendekati dan bertanya " mana kitab kuningnya" santri kaget dan langsung menjawab "ini pak kitabnya baru saya warnai biar kuning soalnya ini kitab kopian . pak kyai ?????? (Ds)

Post a Comment

Previous Post Next Post